Rumah Sakit Otak Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi melaksanakan Presentasi Research Feasibility Study (Studi Kelayakan Penelitian) terhadap rencana penelitian berjudul “Pengaruh Transcranial Direct Current Stimulation terhadap Derajat Depresi, Kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor dan 8-Hydroxy-2-Deoxyguanosine pada Pasien Depresi Pascastroke Iskemik.”
Kegiatan ini merupakan implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1458 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Penelitian Klinik di Rumah Sakit, yang mewajibkan rumah sakit membentuk Clinical Research Unit (CRU) sebagai pengelola penelitian.
Manajer Penelitian RSOMH Bukittinggi, Anferi Devitra, S.K.M., M.A.R.S., menyampaikan bahwa salah satu peningkatan penelitian tahun 2026 dilakukan oleh dr. Ruhaya Fitrina, SpN(K), Subsp. NRE bersama tim. Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti wajib mempresentasikan studi kelayakan di hadapan direksi, manajemen, komite, dan unit terkait untuk memperoleh masukan serta memastikan kesiapan teknis penelitian.
Penelitian ini bersifat translational, sehingga hasilnya diharapkan dapat langsung diaplikasikan dalam pelayanan. Manfaat penelitian antara lain sebagai dasar pencegahan depresi pascastroke persisten, perbaikan regulasi pelayanan deteksi dan penanganan dini depresi pascastroke, serta pengembangan terapi tDCS sebagai standar pelayanan.
Kegiatan ini juga dihadiri karyawan RSOMH yang berminat terhadap penelitian sebagai upaya menumbuhkan budaya riset dan mendorong lahirnya inovasi pelayanan berbasis bukti ilmiah.
